Pembalap Mercedes George Russell mengaku sudah "mati rasa terhadap kekecewaan" setelah kembali mengalami nasib buruk pada gelaran GP Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps. Insiden ini menjadi pukulan telak bagi peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 musim ini.
// RELATED STORIES
Enjoying this article?
Get even more captivating stories by subscribing to our newsletter. It's free!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, Russell harus mengakhiri balapan lebih awal pada lap pertama setelah terlibat benturan dengan pembalap Ferrari Lewis Hamilton. Atas insiden tersebut, pihak penyelenggara menjatuhkan sanksi penalti kepada Hamilton.
Di sisi lain, rekan satu timnya Kimi Antonelli berhasil mengamankan kemenangan keenamnya dari 10 balapan musim ini. Hasil manis pembalap asal Italia tersebut secara otomatis menggandakan keunggulan poin atas Russell dalam klasemen sementara.
"Ketika hal seperti ini sangat sering terjadi, Anda akan terbiasa dengannya," ujar Russell seperti dikutip dari BBC Sport.
Pernyataan pembalap asal Britania Raya tersebut merujuk pada rentetan nasib buruk yang menimpanya sepanjang musim ini. Pengamatan tim redaksi mencatat Russell telah melewati berbagai kendala, mulai dari masalah teknis saat kualifikasi di Tiongkok, kemunculan Safety Car yang merusak strategi balapan di Jepang, hingga kegagalan finis saat memimpin di Kanada.
Sebelumnya, Russell sempat menyatakan bahwa nasib sial antara dirinya dan Antonelli sudah relatif seimbang setelah GP Britania. Kala itu, dia menilai selisih 25 poin di antara mereka merupakan cerminan yang adil dari performa sepanjang musim. Namun, insiden teranyar di GP Belgia kembali melebarkan jarak poin secara drastis.